berita industri

Rumah / Berita / berita industri / Bagaimana cara menguji kapasitor ac dengan multimeter? | tes langsung kapasitor baik vs buruk

Bagaimana cara menguji kapasitor ac dengan multimeter? | tes langsung kapasitor baik vs buruk

Menentukan apakah kapasitor AC pada AC baik atau buruk tidak memerlukan pengetahuan teknik elektronik profesional. Selama Anda memiliki multimeter dengan fungsi "uji kapasitansi", Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut dan menjadi semi-ahli sendiri.


1. Keselamatan Pertama: Lepaskan Kapasitor

Langkah ini adalah yang paling penting sebelum Anda memulai pengujian. Kapasitor AC seperti baterai; bahkan setelah listrik dimatikan, perangkat tersebut mungkin masih menyimpan muatan tegangan tinggi, dan menyentuhnya secara langsung dapat mengakibatkan sengatan listrik yang parah.
Matikan: Cabut kabel AC atau matikan pemutus arus.
Pelepasan: Temukan obeng dengan pegangan yang terisolasi dengan baik dan gunakan poros logam untuk menyentuh dua (atau tiga) terminal kapasitor secara bersamaan. Jika Anda mendengar bunyi "pop" atau melihat percikan kecil, berarti sisa muatan telah habis.


2. Kesan Pertama: Periksa Penampilannya

Beberapa salah kapasitor AC bahkan tidak perlu diuji dengan instrumen; Anda dapat mengetahuinya hanya dengan melihatnya:
Menonjol: Bagian atas kapasitor harus rata. Kalau menggembung seperti roti fermentasi, pasti pecah.
Oli Bocor: Jika ada cairan berminyak yang bocor dari bawah atau atas, itu menandakan kerusakan internal.
Korosi: Terminal yang terkorosi parah juga dapat menyebabkan kontak yang buruk.


3. Menggunakan Multimeter: Mengidentifikasi “Satuan”

Atur multimeter ke rentang pengukuran kapasitansi (biasanya ditandai dengan simbol –|(– atau diberi label nF/μF).
Periksa tandanya: Setiap kapasitor AC akan memiliki nilai kapasitansi tertulis di sisinya. Misalnya, "35/5 μF" berarti kapasitor ganda, yang lebih besar adalah 35 dan yang lebih kecil adalah 5.
Ukur nilai sebenarnya: Tempatkan probe multimeter pada terminal yang sesuai (misalnya, "C" dan "HERM" untuk mengukur bagian kompresor, "C" dan "FAN" untuk mengukur bagian kipas).
Bandingkan: Jika nilai terukur berbeda jauh dengan nilai yang ditandai (misalnya bertanda 35, namun hasil pengukuran hanya 10, atau tidak ada pembacaan sama sekali), berarti kapasitor “lemah” dan perlu diganti.


4. Bagaimana jika tidak ada rentang kapasitansi? Gunakan rentang resistensi untuk "mendengarkan detak jantungnya"

Jika multimeter Anda tidak memiliki fungsi pengukuran kapasitansi khusus, Anda dapat menggunakan rentang resistansi (Ω) untuk memperkirakannya secara kasar:
Pengamatan dinamis: Hubungkan probe dan amati angka-angka di layar. Kapasitor yang baik akan menunjukkan angka kecil yang meningkat dengan cepat dan akhirnya menampilkan tak terhingga (atau "1"/"OL").
Prinsip: Hal ini karena baterai pada multimeter sedang mengisi kapasitor. Jika angkanya tetap tidak berubah atau selalu menampilkan 0, maka kapasitor AC pasti rusak.


5. Tanda-tanda umum kapasitor baik dan buruk

Status Pembacaan Multimeter Kesimpulan
Bagus Pembacaan berada dalam kisaran ±5% hingga 10% dari nilai terukur pada label. Sehat. Kapasitor berfungsi dengan baik; tidak perlu diganti.
Lemah Pembacaan secara signifikan lebih rendah daripada rating (misalnya, diberi label 45µF tetapi terbaca 20µF). Gagal. AC mungkin masih menyala, tetapi memboroskan listrik dan dapat menyebabkan panas berlebih atau merusak kompresor.
Buruk Pembacaannya adalah 0, mendekati nol, atau meteran menunjukkan "OL" (Loop Terbuka). Mati. Kapasitor telah gagal total. Unit AC tidak mau hidup; segera ganti.


Hubungi kami

*Kami menghormati kerahasiaan Anda dan semua informasi dilindungi.